, , ,

Amarah Masyarakat Jember Memuncak: Ribuan Massa Geruduk DPRD hingga Polres, Desak Kapolri Dicopot

oleh -381 Dilihat
oplus_0
banner 468x60

KawalBersama News, Jember – Ribuan massa yang menamakan diri Amarah Masyarakat Jember (AMJ) turun ke jalan, Sabtu (30/8/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan represifitas aparat kepolisian, sekaligus menuntut keadilan atas kematian seorang driver ojek online yang viral di Jakarta serta kasus Affan Kurniawan, warga Jember yang diduga meninggal akibat tindakan brutal aparat.

Massa memulai longmarch dari kawasan Universitas Jember, lalu bergerak ke Gedung DPRD Kabupaten Jember, sebelum menggelar aksi lanjutan di depan Mapolres Jember sebagai titik puncak.

banner 336x280

Barisan aksi dihimpun dari berbagai organisasi intra dan ekstra kampus, seperti PMII, HMI, GMNI, IMM, dan KAMMI. Selain itu, mahasiswa dari Bondowoso, masyarakat sipil, dan komunitas ojek online Jember juga ikut serta. Kehadiran para ojol disebut sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya rekan seprofesi mereka.

“Kami sudah muak dengan tindakan brutal polisi. Kasus ojol yang meninggal viral kemarin, kini ditambah lagi Affan, saudara kami di Jember, yang juga tewas karena represifitas aparat. Sampai kapan rakyat harus jadi korban?” teriak salah seorang orator di tengah kerumunan massa.

Rilis resmi AMJ menyebut aksi ini digelar sebagai bentuk duka sekaligus perlawanan. “Negeri sedang berduka, belasungkawa mengudara di langit Indonesia. Jutaan doa terpanjat dari hati serta raga masyarakat yang tertindas dan dilindas,” demikian pernyataan sikap AMJ.

Koordinator lapangan terus mengingatkan massa agar tetap fokus pada tuntutan dan tidak terprovokasi. “Satu korlap, satu komando. Jangan ada perusakan fasilitas umum. Fokus kita pada agenda bersama,” ujarnya.

Meski dijaga ketat aparat keamanan, ribuan massa tetap bergerak dengan kompak. Lagu-lagu perjuangan dan yel-yel perlawanan menggema di sepanjang jalan, menandai tingginya semangat demonstran.

Dalam rilisnya, AMJ menyampaikan lima tuntutan pokok. Pertama, membebaskan seluruh massa aksi yang masih ditahan. Kedua, mengusut tuntas dan mengadili aparat pelaku pembunuhan, mulai aktor lapangan hingga pemberi perintah. Ketiga, mengevaluasi institusi Polri secara menyeluruh.Keempat, mendesak Presiden mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo karena dinilai gagal mengubah wajah represif kepolisian. Kelima, meminta DPR dan pemerintah segera mengevaluasi kebijakan yang dianggap berpihak pada kepentingan elit dan merugikan rakyat.

Di depan Gedung DPRD Jember, massa menyerukan agar para legislator tidak menutup mata. “Kami minta DPRD Jember menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat. Jangan jadi penonton di tengah penderitaan rakyat,” seru seorang mahasiswa.

Puncak ketegangan terjadi saat ribuan massa memenuhi area Mapolres Jember. Mereka mendesak Kapolres hadir langsung menemui massa dan memberi penjelasan terbuka terkait kematian Affan serta praktik kekerasan aparat di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, aksi unjuk rasa masih berlangsung. Ribuan massa tetap bertahan di depan Mapolres Jember, menyuarakan perlawanan dan menegaskan bahwa gelombang kemarahan rakyat tak

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.