, ,

Ketua Umum IKMASS Jember Soroti Sikap Kapolres Tolak Tuntutan Pencopotan Kapolri

oleh -459 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Jember – Ribuan massa aksi Amarah Masyarakat Jember (AMJ) pada Sabtu (30/8/2025) masih bertahan hingga malam hari di depan Mapolres Jember. Aksi ini memprotes keras tindakan represif aparat kepolisian yang menelan korban jiwa, salah satunya kasus kematian Affan, driver ojek online asal Jember.

Long march dimulai dari Universitas Jember menuju kantor DPRD Jember, lalu berlanjut ke Mapolres Jember. Massa membawa poster dan spanduk bernada kritik tajam, seperti “Stop Police Brutality”, “Polisi Bukan Algojo”, dan “Keadilan Tanpa Impunitas”.

banner 336x280

Dalam aksi tersebut, massa mengajukan lima tuntutan utama: hentikan represifitas aparat, tegakkan keadilan tanpa impunitas, usut tuntas kasus kematian Affan, bebaskan peserta aksi yang ditangkap, serta mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, akhirnya menemui massa. Ia menyatakan menerima seluruh tuntutan kecuali satu poin terakhir, yakni pencopotan Kapolri. “Kami terbuka atas aspirasi ini. Namun untuk tuntutan pencopotan Kapolri, itu di luar kewenangan saya,” ucapnya.

Sikap Kapolres tersebut mendapat sorotan tajam dari Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKMASS) Jember, Ahmad Fauzan Bakri.

“Mengenai tanggapan pernyataan Kapolres yang menolak poin tuntutan massa aksi tentang pencopotan Pak Kapolri (Sigit Prabowo), sangat disayangkan respon Kapolres Jember yang menolak tuntutan itu. Tindakan ini mencerminkan bagaimana aparat kepolisian tidak berpihak kepada rakyat, namun lebih berpihak kepada atasan dan penguasa,” tegas Fauzan.

Menurutnya, sikap aparat seharusnya berorientasi pada kepentingan publik, bukan sekadar menjalankan kepentingan struktural semata. “Jika polisi memang mengayomi masyarakat sebagaimana slogannya, maka seharusnya keberpihakan pertama ditunjukkan pada suara rakyat, bukan sebaliknya,” tambahnya.

Aksi AMJ ini sendiri dinilai menjadi momentum konsolidasi gerakan sipil di Jember. Ribuan mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga driver ojek online bersatu menyerukan keadilan dan menolak kekerasan aparat.

Meski berlangsung hingga larut, aksi tetap berjalan tertib dengan komando dari koordinator lapangan. Massa bertekad bertahan hingga ada kejelasan lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait tuntutan mereka.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.