Bondowoso – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan nya ke kabupaten Bondowoso melakukan Panen kopi di kawasan Ijen dan juga melakukan dialog dengan warga petani kopi setempat.
Turut didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, jajaran Dirut PTPN dan Forkopimda Jatim, Kab. Bondowoso,
Baca Juga
Organisasi KGB Mengomentari Pengiriman Surat Pemakzulan Gibran Ke DPR
Orang nomor dua di Indonesia itu mendapatkan penjelasan langsung dari Dirut PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa tentang program PMO-Project Management Office Kopi Nusantara.
Dari penjelasan yang disampaikan, PTPN sudah 3 tahun membentuk PMO Kopi Nusantara. Program itu bertujuan untuk mengembalikan legenda kopi Jawa dan mensejahterahkan petani kopi.
Dihadapan Wapres Gibran, Gubernur Khofifah menyatakan optimisme Pemprov Jatim untuk memenuhi permintaan pasar ekspor melalui keberadaan communal branding.
“Jadi kami punya Communal Branding. Di sini brandnya sudah sama sehingga kalau kita ekspor ini relatif memenuhi permintaan pasar yang besar ketika ditambah dengan Kopi Kare Madiun, Kopi Wonosalam Jombang dan Kopi Silo Jember,” terang Gubernur Khofifah.
Wapres RI Gibran Rakabuming menyatakan apresiasinya kepada Pemprov Jatim yang terus berkontribusi dalam produksi kopi lokal. Secara khusus, ia berpesan agar peningkatan produktivitas dan kualitas menjadi perhatian dari Petani, pengelola hingga pemerintah daerah.
“Kopi Indonesia sudah mendunia. Bahkan kita sebagai produsen kopi keempat dunia. Kita harus pastikan kualitasnya terjaga dan kuantitinya mencukupi kebutuhan dunia,” pesan Wapres Gibran. “Saya selalu titip kepada Ibu Gubernur karena Jatim ini kan luar biasa pertanian dan perkebunannya. Saya harap bisa terus ditingkatkan sesuai dengan visi misi dari Pak Presiden yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Di akhir acara, Gibran juga menyerahkan bantuan 500 paket sembako dan 50 ekor kambing pada petani kopi. Penyerahan disampaikan secara simbolis pada perwakilan petani.












