,

IAI At-Taqwa Kirim 10 Dosen Lolos PKDP 2025, Rektor: Transformasi SDM Tidak Boleh Jalan di Tempat

oleh -270 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Bondowoso – Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa kembali mencatat prestasi penting dalam penguatan kapasitas dosen muda. Sebanyak 10 dosen kampus ini berhasil menembus Program Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2025 yang digelar Kementerian Agama di UIN KHAS Jember.

Para dosen yang lolos seleksi tersebut adalah Lucky Damara Yusuf, Vera Ferryal, Kurnia Astutik, Firdaus IH, Fatik Lutviana Anggraini, Fitri Nur Hidayat, Dini Siamika Tito Prayogo, Muhammad Kholid Faruq, Muhammad Ikrom Karyodiputro, dan Ansori.

banner 336x280

Keberhasilan ini tidak hanya dimaknai sebagai prestasi personal, tetapi juga sebagai bagian dari proses transformasi kelembagaan yang menempatkan SDM dosen sebagai poros utama pengembangan kampus.

Rektor IAI At-Taqwa, Dr. Suheri, M.Pd.I, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan jalan niscaya jika perguruan tinggi ingin tetap relevan di tengah derasnya arus perubahan.

“Kita tidak boleh berpuas diri hanya dengan mengajar di kelas. Dosen harus memiliki daya kritis, kapasitas riset, dan kepekaan sosial yang tinggi. PKDP ini adalah fondasi, bukan tujuan akhir,” ujarnya dengan tegas.

Ia menambahkan, kampus Islam seperti IAI At-Taqwa memiliki tanggung jawab ganda: membangun tradisi akademik sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman yang berakar pada integritas ilmiah.

“Akademisi kita dituntut tidak hanya produktif dalam publikasi, tetapi juga mampu memberi arah peradaban. Kalau dosen berhenti belajar, maka kampus berhenti berkembang. Itu yang tidak boleh terjadi,” sambung Suheri.

PKDP sendiri dikenal sebagai program strategis yang membekali dosen pemula dengan keterampilan penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian masyarakat, hingga tata kelola akademik. Dengan dasar tersebut, dosen diharapkan lebih siap menapaki karier akademik yang berjenjang dan berkontribusi pada mutu institusi.

Menurut Suheri, keberhasilan 10 dosen lolos PKDP harus dibaca sebagai sinyal positif bagi masa depan IAI At-Taqwa. Ia menekankan, manajemen kampus akan terus membuka ruang fasilitasi bagi dosen lain agar tidak tertinggal dalam proses peningkatan kompetensi.

“Kita ingin menciptakan ekosistem akademik yang progresif. Kuncinya ada di dosen. Kalau dosen kita maju, maka mahasiswa dan masyarakat akan ikut merasakan dampaknya,” katanya.

Dengan capaian ini, IAI At-Taqwa kian meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang berorientasi pada mutu dan kompetisi. Kampus santri ini bertekad melahirkan akademisi yang tidak hanya religius, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global.

Suheri optimistis, melalui peningkatan kualitas dosen secara sistematis, IAI At-Taqwa akan mampu menempatkan diri sebagai kampus rujukan di tingkat regional maupun nasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.