KawalBersama News, Kabupaten Bekasi – Banjir kembali melanda Perumahan Mahkota Village, yang berlokasi di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut, banjir telah menjadi langganan tahunan setiap kali hujan turun, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Genangan air tampak merendam jalan utama hingga masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi ini mengganggu aktivitas harian dan menimbulkan risiko keselamatan, terutama akibat jalanan yang licin. Sejumlah warga dilaporkan mengalami kecelakaan ringan, mulai dari terjatuh saat berjalan kaki, pengendara motor terpeleset, hingga anak-anak yang jatuh saat bermain sepeda.
Menurut penuturan salah satu warga yang diwawancarai awak media, banjir di Perumahan Mahkota Village sudah terjadi sejak awal kawasan tersebut dihuni.
Iya, banjir ini dari awal perumahan ini dihuni. Kalau lagi hujan, walaupun tidak deras, pasti banjir. Apalagi kalau hujan deras, rumah-rumah pasti kemasukan air. Bahkan tidak sedikit yang mengalami kecelakaan, jatuh naik motor, jalan kaki terpeleset, dan anak-anak main sepeda juga pasti jatuh karena jalanan licin, tutur warga tersebut.
Warga juga menyayangkan tidak adanya solusi konkret dari pihak pengembang (developer) perumahan. Hingga saat ini, sistem drainase dinilai tidak berfungsi optimal dan tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga air dengan cepat meluap ke permukiman.
Tak hanya itu, warga mengaku belum merasakan kehadiran pemerintah, baik dari tingkat desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten, dalam upaya penanganan banjir maupun pemberian bantuan kepada warga terdampak.
Tidak ada solusi dari developer, dan dari pemerintah juga belum ada bantuan sama sekali, lanjut warga tersebut.
Warga Perumahan Mahkota Village berharap adanya tindakan nyata dan segera, baik dari pihak developer maupun pemerintah daerah, untuk melakukan normalisasi drainase, perbaikan infrastruktur lingkungan, serta langkah pencegahan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.
Jika kondisi ini dibiarkan, warga khawatir banjir tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga terus mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia.












