KawalBersama News, Sidoarjo — Tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, mengguncang hati masyarakat dan para wali santri. Insiden mendadak ini menimbulkan kesedihan mendalam, namun tim penyelamat terus berupaya menemukan seluruh korban yang tertimbun reruntuhan.
Tim SAR Terus Lakukan Operasi 24 Jam Nonstop
Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti sejak musala tersebut ambruk. Mereka menjalankan operasi pencarian selama 24 jam penuh dengan mengerahkan personel, peralatan berat, serta dukungan logistik dari berbagai pihak.
Pada pukul 14.15 WIB, tim kembali menemukan satu korban di titik evakuasi A2 dalam kondisi meninggal dunia. Petugas segera mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RS Bhayangkara Surabaya untuk diidentifikasi oleh Tim DVI Polri.
Tim SAR tidak berhenti di satu lokasi. Mereka membagi fokus pencarian di empat titik utama—A1, A2, A3, dan A4. Excavator dan alat berat lainnya digunakan untuk mengangkat bongkahan beton besar serta material puing yang menghalangi proses evakuasi. Setiap gerakan tim dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk meminimalkan risiko tambahan.
Wali Santri Menunggu dengan Penuh Harap di Posko Informasi
Di lokasi terdekat, para wali santri menunggu dengan sabar di posko informasi. Mereka terus mengikuti perkembangan operasi melalui papan pengumuman resmi yang diperbarui secara berkala. Petugas memberikan penjelasan langsung setiap kali ada korban yang berhasil ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.
Situasi di posko penuh keharuan. Beberapa wali santri terus berharap kabar baik dari anggota keluarga mereka yang masih belum ditemukan.
Dua Korban Baru Ditemukan di Titik A2
Menjelang sore, tepat pukul 16.15 WIB, tim SAR gabungan kembali mengevakuasi korban kedua dari titik A2. Petugas langsung membawa jenazah tersebut ke RS Bhayangkara Surabaya untuk identifikasi lanjutan oleh DVI Polda Jatim.
Setiap keberhasilan evakuasi menambah semangat tim penyelamat untuk terus menggali area lain yang masih tertutup puing.
Total Korban Tercatat 120 Orang
Hingga Sabtu, 4 Oktober 2025, tim mencatat total 120 korban telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat, 16 orang meninggal dunia, dan 11 korban masih menunggu proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim. Sementara itu, 47 orang lainnya masih dalam pencarian aktif di lokasi runtuhan.
Ketua Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, menegaskan bahwa seluruh sumber daya masih dikerahkan. “Kami terus berupaya maksimal agar seluruh korban dapat ditemukan secepatnya,” ujarnya.
Harapan dan Doa dari Keluarga Korban
Masyarakat dan keluarga korban terus memanjatkan doa agar proses pencarian berjalan lancar dan seluruh korban segera ditemukan. Petugas SAR berkomitmen memperbarui informasi secara rutin melalui portal berita lokal dan situs resmi Basarnas, sehingga publik bisa mengikuti perkembangan terbaru dari tragedi runtuhnya musala Al-Khoziny ini.












