Tim SAR Terus Lakukan Pencarian Korban Runtuhnya Mushola Al Khoziny Sampai Semua Korban Di Temukan

oleh -406 Dilihat
Kepala Basarnas bersama unsur TNI, Polri, dan BNPB memimpin rapat koordinasi pencarian korban runtuhnya mushola Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo.
banner 468x60

KawalBersama News, Sidoarjo — Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban runtuhnya mushola Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Pada hari kedelapan, Senin (6/10/2025), petugas tetap bekerja tanpa henti sejak musibah terjadi pada Senin, 29 September 2025. Tim meningkatkan upaya evakuasi agar seluruh korban dapat segera ditemukan.

Basarnas melaporkan total 170 korban telah berhasil dievakuasi hingga hari kedelapan. Dari jumlah tersebut, 104 korban selamat dan 66 korban meninggal dunia. Pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB, tim gabungan menemukan 13 korban dalam kondisi meninggal dunia, dengan korban terakhir dievakuasi pukul 21.03 WIB.

banner 336x280

Evakuasi Dilakukan dengan Penuh Kehati-hatian

Tim SAR menjalankan strategi evakuasi yang hati-hati karena reruntuhan mushola masih terhubung dengan bangunan lain di kompleks pondok pesantren. Petugas memastikan setiap langkah pencarian aman agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan pada struktur yang masih berdiri.

Petugas lapangan mengatur pergerakan alat berat secara presisi, sementara tim teknik melakukan pemotongan struktur beton (cutting) untuk membuka jalur aman menuju titik lokasi korban. Pendekatan ini menunjukkan koordinasi matang antarinstansi yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

Kepala Basarnas Pantau Langsung di Lokasi

Kepala Basarnas Marsda Mohammad Syafii memimpin langsung pengawasan operasi pencarian di lokasi kejadian. Ia menegaskan komitmen Basarnas untuk bekerja 24 jam penuh tanpa jeda hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

“Kami akan terus bekerja sampai tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian,” tegas Syafii saat memantau kegiatan pencarian di Buduran.

Marsda Syafii juga menjelaskan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan alat berat. Menurutnya, operator alat berat selalu memperhitungkan setiap pergerakan untuk menjaga keselamatan tim dan mencegah kerusakan pada struktur yang masih berdiri.

Operasi Ditetapkan Sebagai Operasi Khusus

Basarnas menetapkan pencarian ini sebagai operasi khusus karena melibatkan banyak instansi, antara lain BNPB, TNI, Polri, dan Kementerian Sosial. Marsda Syafii mengonfirmasi perpanjangan waktu operasi sesuai aturan yang memperbolehkan perpanjangan setiap tiga hari.

“Operasi normal biasanya berlangsung tujuh hari, namun kali ini kami memperpanjang karena termasuk operasi khusus dengan banyak pihak terlibat,” ujarnya.

Ia juga menyatakan kesiapan Basarnas untuk menutup operasi bila seluruh korban sudah ditemukan. Setelah operasi pencarian berakhir, BNPB dan Kementerian Sosial akan melanjutkan tahap pemulihan serta penanganan pascabencana.

Operasi Berlanjut Hingga Lokasi Dinyatakan Aman

Basarnas menegaskan bahwa penutupan operasi hanya akan dilakukan setelah lokasi kejadian benar-benar bersih dari puing dan tidak ada lagi korban yang tertinggal.

Tim SAR gabungan menunjukkan dedikasi tinggi dalam menuntaskan pencarian korban runtuhnya mushola Al Khoziny. Mereka berharap seluruh proses evakuasi selesai tepat waktu agar keluarga korban mendapatkan kepastian dan situasi di lokasi segera dinyatakan aman.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.