KawalBersama News, Sidoarjo — Maraknya tindakan intoleransi kembali mendapat sorotan. Teranyar, insiden penolakan dan perusakan rumah doa di Padang, Sumatera Barat pada 28 Juli 2025 disertai kekerasan menjadi perhatian serius Gerakan Pemuda Berkebajikan, sebuah organisasi kepemudaan yang fokus pada isu sosial dan dialog lintas iman.
Ketua Umum Gerakan Pemuda Berkebajikan, Zahni Hafizh Atsari, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai bahwa aksi intoleransi yang terus berulang merupakan ancaman serius bagi kohesi sosial, terlebih jika melibatkan generasi muda.
“Kejadian semacam ini bukan yang pertama, dan sangat berbahaya jika dibiarkan. Apalagi jika anak-anak muda mulai terlibat. Kita perlu membuat kontra-narasi. Generasi muda harus diberi pemahaman tentang toleransi dan tenggang rasa,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat.
Sebagai bentuk respon nyata, Berkebajikan akan menggelar kegiatan kunjungan, dialog, dan diskusi bersama komunitas lintas iman. Langkah awal dari inisiatif ini adalah kunjungan ke Gereja Ortodoks Rusia St. Serafim di Gresik, Jawa Timur, yang akan dilaksanakan pada Minggu, 3 Agustus 2025
“Tujuan kami sederhana, agar kita semua bisa saling mengenal dan memahami. Jangan hanya terpaku pada perbedaan, mari fokus pada nilai-nilai yang menyatukan. Kunjungan ini adalah bagian dari upaya membangun narasi bersama,” tambah Zahni.
Ketua pelaksana kegiatan, Sinnun Naswa Assifa, menekankan bahwa kegiatan yang mengangkat tema “Ragam Jalan, Sama Arah” ini bertujuan untuk menghadirkan konten-konten edukatif sebagai penyeimbang atas maraknya narasi intoleran di ruang publik.
“Di tengah maraknya saling serang dan penolakan, kami memilih jalan sebaliknya, menerima dan merangkul perbedaan. Kami percaya, pesan-pesan positif juga harus dibangun dan disebarluaskan,” ujar Sinnun.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih terbuka, toleran, dan aktif menjaga keberagaman dalam bingkai kebersamaan.
(Zahni Hafizh Atsari)












