KawalBersama News, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi meluncurkan logo barunya yang kini bergambar gajah. Perubahan ini menandai langkah strategis PSI dalam memperkuat identitas politiknya jelang Pemilu mendatang.
Logo baru ini sekaligus menjadi representasi rebranding PSI yang ingin lebih membumi dan menjangkau pemilih muda dengan pendekatan yang lebih matang namun tetap progresif.
Perubahan ini memicu beragam respons di media sosial, sebagian mengapresiasi makna filosofis gajah, sebagian lain mempertanyakan pergeseran identitas PSI dari simbol sebelumnya. Namun, PSI menegaskan bahwa substansi perjuangan tetap sama: anti korupsi, anti intoleransi, dan pro transparansi.
Peluncuran logo baru ini langsung mendapat perhatian publik, termasuk dari Presiden Joko Widodo. Saat diminta tanggapan oleh awak media usai acara kenegaraan di Istana Negara, Jokowi menyampaikan dukungan secara tersirat.
“Saya kira simbol gajah itu menarik. Gajah itu kuat, tapi tenang. Tidak perlu banyak bicara untuk menunjukkan wibawa. Kalau itu jadi arah politik PSI, ya bagus,” ujar Jokowi singkat.
Lebih lanjut, Jokowi menilai PSI telah berupaya mewujudkan gagasan sebagai Partai Super Terbuka. “Menurut saya, PSI partai super TBK itu saya kira. Tapi dalam implementasi, dalam pelaksanaan seperti apa kan belum ya. Tapi paling tidak, partai super TBK sudah dipakai oleh PSI,” jelasnya.
Dia menekankan bahwa PSI telah menjelma menjadi partai yang dimiliki oleh semua orang atau kader. Ketua umum partai juga dapat dipilih secara langsung oleh kader-kadernya.
“Setelah partai yang milik seluruh anggota terbuka untuk semuanya dan yang paling penting ini ada pemilu raya, ada pilihan ketua dan dilaksanakan dengan e-voting, dengan voting online, satu anggota, satu suara yang ikut berpartisipasi. Saya kira itu juga sebuah hal yang sangat baik,” tutup Jokowi.












