Nelayan dan Warga Surabaya Desak Reklamasi Dibatalkan: Ancam Ekosistem dan Mata Pencaharian

oleh -324 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Surabaya — Gelombang penolakan terhadap proyek reklamasi kembali menguat di Kota Surabaya. Sejumlah kelompok nelayan bersama masyarakat pesisir menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Surabaya, menuntut agar proyek reklamasi segera dibatalkan.

Para demonstran menilai reklamasi akan membawa dampak serius bagi kehidupan nelayan, masyarakat pesisir, hingga ekosistem laut di kawasan Surabaya.

banner 336x280

“Reklamasi hanya akan merusak lingkungan hidup dan menghilangkan sumber mata pencaharian kami sebagai nelayan. Kami minta Pemerintah Kota Surabaya mendengar suara rakyat dan membatalkan reklamasi ini,” ujar perwakilan kelompok nelayan dalam orasi.

Kelompok nelayan menegaskan bahwa reklamasi berpotensi merusak ekosistem laut, mulai dari habitat ikan, kerang, hingga terumbu karang. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengurangi hasil tangkapan nelayan, sehingga mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.

Selain itu, dampak sosial juga diperkirakan akan meluas, karena banyak keluarga nelayan yang bergantung pada hasil laut untuk bertahan hidup.

Massa aksi mendesak Wali Kota Surabaya untuk mengambil sikap tegas dengan menghentikan rencana reklamasi. Mereka menilai reklamasi lebih banyak menguntungkan pihak pengembang dibanding masyarakat luas.

“Kami bukan anti pembangunan. Tapi reklamasi ini hanya mengorbankan masyarakat kecil, sementara lingkungan rusak permanen. Surabaya harus membangun dengan cara yang ramah lingkungan,” tegas salah satu tokoh masyarakat pesisir.

Aksi ini juga menyerukan solidaritas masyarakat Surabaya secara luas untuk ikut menolak reklamasi. Menurut mereka, isu reklamasi bukan hanya masalah nelayan, melainkan juga menyangkut masa depan ekologi, ruang hidup masyarakat, dan keberlanjutan kota.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.