Menkeu Purbaya Tanggapi Kritik Bahlil Soal LPG 3 Kg: Data dari Kemenkeu, Akan Ditelaah Ulang

oleh -369 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Jakarta — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara menanggapi kritik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait perhitungan harga keekonomian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram.

Sebelumnya, Purbaya menyebut harga keekonomian LPG 3 kg berada di kisaran Rp42.750 per tabung, sementara harga jual eceran hanya Rp12.750. Artinya, pemerintah harus menanggung selisih sekitar Rp30.000 per tabung sebagai subsidi.

banner 336x280

Pernyataan itu sempat dikoreksi oleh Bahlil yang menilai ada kemungkinan kesalahan data dan perlu klarifikasi lebih detail.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan bahwa data yang ia gunakan berasal dari staf teknis di Kementerian Keuangan.

“Data itu saya peroleh dari staf Kemenkeu. Tapi tentu akan kami telaah ulang. Bisa saja perbedaan muncul karena sudut pandang akuntansi dan praktik lapangan yang tidak sama. Namun, saya optimistis hasil akhirnya akan sejalan,” kata Purbaya, Jumat (3/10).

Purbaya juga menegaskan bahwa adanya perbedaan data antara Kemenkeu dan Kementerian ESDM merupakan hal wajar dalam proses pengambilan kebijakan. Menurutnya, semua kementerian tetap satu tujuan, yakni memastikan subsidi energi tepat sasaran dan tidak membebani masyarakat kecil.

“Kami akan sinkronkan kembali datanya agar publik mendapat informasi yang akurat. Prinsipnya, subsidi LPG 3 kg tetap kita jaga untuk masyarakat miskin dan rentan,” tambahnya.

LPG 3 kg masih menjadi salah satu pos besar dalam subsidi energi di APBN. Pemerintah setiap tahun menggelontorkan ratusan triliun rupiah untuk subsidi BBM, listrik, dan LPG. Karena itu, validitas data sangat krusial agar alokasi anggaran lebih tepat guna.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.