KawalBersama News, Jakarta — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya para guru, setelah ucapannya menuai kontroversi publik.
Sebelumnya, Menag dalam sebuah forum mengatakan, “Kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedaganglah”. Pernyataan tersebut langsung mendapat sorotan dan kritik karena dianggap merendahkan profesi guru yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan bangsa.
Dalam klarifikasinya, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk menyinggung atau meremehkan profesi guru. Ia mengaku menyadari ucapan tersebut dapat menimbulkan tafsir keliru di tengah masyarakat.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para guru dan masyarakat. Ucapan saya menimbulkan salah tafsir. Maksud saya adalah menekankan bahwa guru adalah profesi yang mulia, bukan sekadar pekerjaan untuk mencari keuntungan materi,” ujar Menag.
Menag menambahkan bahwa guru merupakan salah satu profesi yang paling berjasa dalam membentuk generasi penerus bangsa. Menurutnya, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, baik melalui kebijakan tunjangan maupun program peningkatan kapasitas guru di seluruh Indonesia.
Kontroversi ini ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah organisasi guru menyambut baik permintaan maaf Menag, namun tetap meminta pemerintah memberikan perhatian nyata terhadap kesejahteraan dan penghargaan bagi guru.














