KawalBersama News, Sidoarjo – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidoarjo menggelar aksi damai dengan tema “Aspirasi Masyarakat Sidoarjo untuk Reformasi dan Keadilan Sosial.” Aksi ini digelar sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menyuarakan keresahan publik terkait penegakan hukum, kebijakan legislatif, serta keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil.
Massa aksi memulai kegiatan dengan tabur bunga mawar dan menyanyikan Indonesia Raya di depan gerbang Mapolresta Sidoarjo sebagai simbol keprihatinan atas tindakan aparat yang dinilai represif serta lemahnya peran eksekutif dan legislatif dalam mengawal kepentingan rakyat.
Dalam orasinya, Ketua PC PMII Sidoarjo Putri Maulidina menegaskan bahwa aksi ini tidak dilakukan secara anarkis, melainkan membawa seribu harapan masyarakat yang mendambakan keadilan sosial.
“Kami datang bukan untuk kericuhan. Kami datang dengan harapan agar jeritan rakyat didengar langsung, bukan sekadar disimpan di ruang rapat. Kami ingin berdiskusi di tempat yang sama-sama bisa dirasakan, di bawah terik matahari, bersama rakyat,” tegas Putri Maulidina.
Ketegangan sempat terjadi di lobi Mapolresta, namun massa tetap memaksa agar pejabat yang hadir menemui mereka di luar ruangan. Tak lama kemudian, beberapa pejabat tinggi hadir dan menemui langsung massa aksi, di antaranya:
- Kapolresta Sidoarjo : Kombes Pol. Christian Tobing
- Dandim 0816 : Letkol Inf. Dedy Wahyu Widodo
- Bupati Sidoarjo : H. Subandi
- Wakil Bupati Sidoarjo : Hj. Mimik Idayana
- Ketua DPRD Sidoarjo : H. Abdillah Nasich, S.M.
Tuntutan PMII Sidoarjo
Dalam aksi ini, PMII Cabang Sidoarjo menyampaikan beberapa tuntutan utama, yaitu:
- Perbaikan Penegakan Hukum dan Pelayanan Kepolisian
PMII menyoroti lemahnya respons aparat dalam memberikan pelayanan hukum di Sidoarjo yang dinilai lamban dan tidak berpihak kepada masyarakat kecil. - Pengesahan RUU Perampasan Aset
Mendesak DPRD dan pemerintah pusat untuk segera mengesahkan RUU ini sebagai langkah konkret pemberantasan korupsi dan pengembalian aset negara. - Perhatian pada Guru Madrasah dan Diniyah (Madin)
Mendesak pemerintah daerah agar memberikan kesejahteraan yang layak bagi para guru agama, sebagai ujung tombak pendidikan moral dan spiritual masyarakat.
Simbol Reformasi Damai
Aksi damai ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tetap konsisten menjadi corong aspirasi masyarakat. Dengan cara simbolis seperti tabur bunga, lagu kebangsaan, hingga desakan langsung pada pejabat, PMII Sidoarjo menegaskan bahwa reformasi dan keadilan sosial adalah harga mati.












