Thailand–Kamboja Kembali Memanas, PBB dan ASEAN Diminta Turun Tangan

oleh -825 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Jakarta — Hubungan Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menuduh pasukan Thailand mengusir puluhan keluarga dari desa perbatasan yang disengketakan. Ia menegaskan aparat Thailand bahkan menggunakan gas air mata dan peluru karet terhadap warga sipil di wilayah Banteay Meanchey.

Dalam surat resmi bertanggal 17 September kepada Sekjen PBB Antonio Guterres, Hun Manet menyatakan sedikitnya 25 keluarga Kamboja dihalangi secara paksa untuk kembali ke rumah dan ladang mereka. “Ancaman penggusuran lebih lanjut berpotensi memengaruhi ratusan rumah tangga, sekitar seribu jiwa,” tulisnya. Hun Manet juga menuding Thailand memperluas zona konflik dengan barikade dan kawat berduri, bahkan merencanakan perebutan wilayah di 17 titik perbatasan lainnya.

banner 336x280

Pemerintah Thailand membantah tuduhan tersebut. Juru bicara militer, Winthai Suvaree, menyebut warga Kamboja telah lama menduduki wilayah Thailand secara ilegal. “Pasukan kami bertindak untuk mengamankan wilayah sah Thailand,” ujarnya. Ia juga menuduh warga membawa tongkat kayu dan mencoba menyerang otoritas keamanan.

Bentrokan terbaru pecah pada Rabu (17/9), saat pasukan Thailand menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah ratusan warga Kamboja. Pemerintah Phnom Penh melaporkan hampir 30 orang terluka, termasuk seorang tentara dan seorang biksu Buddha. Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran setelah pertempuran mematikan pada Juli lalu yang menewaskan sedikitnya 43 orang dan mengungsikan 300 ribu warga.

Sengketa perbatasan Thailand–Kamboja sebagian besar dipicu perebutan kawasan kuil kuno dan tanah di sekitarnya. Meski gencatan senjata sempat disepakati, kedua negara terus saling tuduh melanggar perjanjian. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran eskalasi baru yang dapat mengganggu stabilitas kawasan Asia Tenggara.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.