Perang Timur Tengah Picu Krisis Pasokan Energi Global

oleh -651 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Jakarta – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Ketegangan di kawasan Teluk Persia bahkan menyebabkan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz hampir tidak dapat dilalui kapal tanker minyak.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global. Sebelum konflik pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari dikirim melalui jalur tersebut. Gangguan pada rute ini membuat pasar khawatir akan terjadinya penurunan produksi dan distribusi minyak.

banner 336x280

Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi memperingatkan bahwa perang yang berkepanjangan bisa memaksa negara-negara produsen di kawasan Teluk menghentikan produksi dalam beberapa minggu. Jika skenario itu terjadi, harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga 150 dolar per barel.

Ketegangan juga meningkat setelah Iran menyerang fasilitas kilang minyak di Bahrain yang dioperasikan perusahaan energi negara Bapco Energies. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada kompleks kilang Maameer dan memaksa perusahaan menyatakan kondisi force majeure terhadap pengiriman energi.

Di tengah ketidakpastian tersebut, negara-negara industri dalam kelompok G7 dikabarkan sedang mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis untuk menstabilkan pasar energi global yang semakin bergejolak.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.