KawalBersama News, Bondowoso– Pemerintah Desa Pelalangan, Kecamatan Tenggarang, sukses menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026, Rabu (3/9/2025).
Musdes ini menjadi forum strategis bagi pemerintah desa bersama masyarakat untuk menentukan arah pembangunan ke depan. Berbagai unsur penting hadir dalam acara tersebut, mulai dari Pendamping Desa, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga para tokoh masyarakat.
Tak ketinggalan, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan seluruh pengurus di bawah naungan Pemerintah Desa Pelalangan juga hadir. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan desa secara partisipatif.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Kepala Desa Pelalangan, Ketua BPD, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas menyampaikan sambutan sebelum Musdes resmi dimulai.
Sekretaris Desa (Sekdes) Pelalangan kemudian mengambil alih jalannya kegiatan. Ia secara resmi membuka Musdes sekaligus memimpin jalannya musyawarah.Dalam kesempatan itu, Sekdes memaparkan draf perencanaan RKPDes tahun 2026. Pemaparan tersebut juga dibarengi dengan evaluasi pelaksanaan RKPDes tahun 2025. Sekdes menegaskan pentingnya kesinambungan program pembangunan serta partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan usulan.
Selain itu, Sekdes juga menyampaikan laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Semester I Tahun 2025. Laporan ini mencakup realisasi pendapatan, belanja, hingga capaian program selama enam bulan pertama.
Setelah seluruh materi disampaikan, peserta musyawarah terlibat aktif dalam diskusi. Mereka mengajukan masukan, kritik, serta usulan terkait draf RKPDes 2026. Proses musyawarah berlangsung secara demokratis, terbuka, dan penuh keterlibatan warga.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut akhirnya menghasilkan mufakat. Seluruh peserta menyepakati rencana pembangunan yang sudah dirancang pemerintah desa serta laporan keuangan yang dipertanggungjawabkan.
Musyawarah kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh tokoh masyarakat. Penutupan berlangsung khidmat dan mencerminkan semangat kebersamaan warga Desa Pelalangan.
Kepala Desa Pelalangan, Mufid, menyebut Musdes bukan sekadar forum formalitas, melainkan wadah menentukan arah pembangunan desa. “Musyawarah ini adalah wadah kita untuk menentukan apa yang terbaik bagi desa, termasuk pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan terlaksananya Musdes ini, Pemerintah Desa Pelalangan berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung, mengawal, dan berpartisipasi dalam pembangunan desa. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi diharapkan menjadi kunci tercapainya kesejahteraan bersama.













