KawalBersama News, Sidoarjo — Fenomena penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi di Kabupaten Sidoarjo semakin meresahkan. Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa warga mengeluhkan maraknya praktik pembelian bensin menggunakan sepeda motor dengan tangki modifikasi berkapasitas besar, yang kemudian dijual kembali secara eceran oleh pedagang warung kelontong di berbagai kecamatan.
Para pelaku biasanya memodifikasi tangki motor hingga mampu menampung 10 hingga 20 literan bensin, jauh di atas kapasitas normal. Mereka berpura-pura menjadi pembeli biasa di SPBU, namun setelah keluar dari lokasi pengisian, bensin dipindahkan ke jeriken atau botol lalu dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.
“Setiap hari bisa bolak-balik ke SPBU sampai lima kali. Bensin kemudian dijual eceran dengan harga lebih tinggi,” ungkap seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Praktik ini terutama marak di kawasan Buduran, Candi, dan Taman, Krian dan Kecamatan Sidoarjo di mana banyak warung kelontong masih menjual bensin eceran dalam botol, Pom mini atau jeriken kecil. Pengawasan di lapangan disebut masih lemah, sehingga para pelaku bebas beroperasi, bahkan di siang hari.(Isnur)













