, ,

Marak Curanmor di Bondowoso, IPNU-IPPNU Desak Kapolres Turun Tangan Serius

oleh -680 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Bondowoso — Gelombang keresahan masyarakat Bondowoso akibat maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) semakin tak terbendung. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Bondowoso mendesak aparat kepolisian agar segera mengambil langkah konkret dalam menekan angka kriminalitas tersebut.

Ketua PC IPNU Bondowoso, Miftahur Rahman, menyebut kasus curanmor yang belakangan sering terjadi sudah mengganggu rasa aman warga. Ia menilai, Polres Bondowoso tidak boleh abai dan harus menindaklanjuti laporan masyarakat dengan serius.

banner 336x280

“Kami menuntut Kapolres Bondowoso untuk bergerak cepat. Keamanan masyarakat harus jadi prioritas, jangan sampai kasus ini dibiarkan berlarut-larut,” tegas Miftahur Rahman, Minggu (21/9/2025).

Desakan itu bukan tanpa dasar. Dalam tiga bulan terakhir, dua anggota IPNU-IPPNU sendiri menjadi korban curanmor di tempat yang sama, yakni halaman kantor PCNU Bondowoso, Kelurahan Blindungan.

Peristiwa pertama terjadi pada Rabu (10/7/2025). Sebuah motor Honda CRF 150 warna merah-putih dengan nomor polisi P 6746 AY hilang saat terparkir. Laporan sudah masuk ke pihak berwajib, namun hingga kini pelaku belum juga terungkap.

Ironisnya, kejadian serupa terulang pada Minggu (21/9/2025). Kali ini, sebuah Honda Scoopy warna krem-cokelat dengan nomor polisi P 3763 BQ raib di lokasi yang sama. Dua kasus berturut-turut di kantor PCNU itu semakin mempertegas lemahnya pengawasan dan penindakan.

“Kalau maling saja sudah berani masuk ke area kantor lembaga, pada siang hari pula, apalagi di tempat lain dan di malam hari. Ini sangat meresahkan,” ujar Miftah menambahkan.

Rentetan aksi serupa juga menimpa masyarakat umum. Pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 04.49 WIB, sebuah motor dilaporkan hilang di salah satu perusahaan jasa ekspedisi dan logistik di Desa Tapen, Kecamatan Tapen. Lokasi yang dianggap aman pun tak lagi luput dari sasaran pencuri.

Fenomena ini membuat masyarakat semakin khawatir. Banyak pihak menilai pelaku sudah kian nekat dan leluasa beraksi karena lemahnya pengawasan aparat. Situasi tersebut juga menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap kinerja kepolisian di tingkat daerah.

PC IPNU-IPPNU mendesak Kapolres Bondowoso menurunkan tim khusus guna mengungkap jaringan pelaku. Menurut Miftah, penindakan yang tegas dan terbuka akan memberi efek jera sekaligus mengembalikan rasa aman masyarakat.

Selain itu, IPNU-IPPNU juga mengimbau warga untuk lebih waspada menjaga kendaraan. Upaya pengamanan ganda, seperti kunci tambahan atau parkir di lokasi berpenjaga, perlu ditingkatkan agar peluang pencurian dapat diminimalisasi.

“Kami berharap aparat tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga melakukan patroli intensif di titik rawan. Masyarakat menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji,” tegas Miftah.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.