Closing Ceremony LLFF VI 2025: “Kandang dan Ladang” Dominasi Penghargaan

oleh -399 Dilihat
Layar Lokal Film Festival ke-6 resmi berakhir! Terima kasih untuk semua tim, sineas, dan penonton yang telah menghidupkan ruang apresiasi ini. Sampai jumpa di tahun depan!
banner 468x60

KawalBersama News,Sidoarjo, 16 Desember 2025 — Layar Lokal Film Festival (LLFF) ke-6 menutup seluruh rangkaian acaranya dengan penuh khidmat dan kemeriahan melalui Malam Penganugerahan atau Closing Ceremony. Panitia menyelenggarakan malam puncak ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi karya-karya sineas lokal yang telah berkompetisi sepanjang festival berlangsung. Acara penutupan tersebut sekaligus menegaskan posisi LLFF sebagai ruang strategis bagi pertumbuhan ekosistem perfilman daerah.

Rangkaian Acara Penutupan Berlangsung Khidmat

banner 336x280

Panitia memulai rangkaian acara penutupan sejak pukul 18.30 WIB dengan melakukan persiapan teknis dan penataan area. Selanjutnya, panitia menayangkan teaser pembuka sebagai pengantar suasana malam penghargaan. Tayangan tersebut berhasil membangun atmosfer sakral dan antusiasme para tamu undangan, sineas, serta komunitas film yang hadir.

Memasuki sesi utama, panitia mengarahkan fokus acara pada prosesi penganugerahan sebagai puncak apresiasi terhadap karya terpilih. Suasana ruangan semakin khidmat ketika sesi penghargaan resmi dimulai.

Presiden dan Direktur Festival Pimpin Prosesi Apresiasi

Pendiri sekaligus Presiden Festival, Rehal Lahir Prias Supuntari, secara langsung memimpin prosesi pemberian penghargaan awal. Ia menyerahkan apresiasi bersama Direktur Festival, Fahmi Adimara, dengan didampingi jajaran panitia inti. Prosesi ini menandai komitmen kuat pimpinan festival dalam mendukung sineas lokal secara berkelanjutan.

Melalui momen tersebut, para tokoh festival tidak hanya menyerahkan piala, tetapi juga menyampaikan pesan simbolis tentang pentingnya konsistensi, keberanian berkarya, dan kolaborasi dalam dunia perfilman lokal.

“Kandang dan Ladang” Borong Penghargaan Utama

Film produksi Boomcraft Production berjudul Kandang dan Ladang tampil sebagai juara umum pada LLFF ke-6. Film ini berhasil mencuri perhatian dewan juri dan penonton dengan menyabet penghargaan paling prestisius, Golden Mud Awards, sebagai film terbaik festival tahun 2025.

Selain meraih penghargaan utama, Kandang dan Ladang juga mendominasi berbagai kategori penting. Kun Baehaqi Almas menerima penghargaan Pemeran Terbaik berkat aktingnya yang kuat dan meyakinkan. Ahmad Mahrus Mubarak memenangkan Penata Gambar Terbaik melalui visual sinematik yang matang, sementara Rokhmatullah Raju Julyanto memperoleh Penyunting Gambar Terbaik atas ritme dan struktur penyuntingan yang solid.

Kemenangan Film “Pulasara” dan Apresiasi Skenario Terbaik

Di kategori lain, film Pulasara produksi Program Studi Televisi & Film Universitas Jember turut mencatatkan prestasi membanggakan. Sutradara Lailatul Mukjizah meraih penghargaan Sutradara Terbaik berkat visi penyutradaraan yang kuat dan konsisten. Film ini juga menerima Special Mention Awards sebagai bentuk apresiasi khusus dari dewan juri.

Sementara itu, penghargaan Penulis Skenario Terbaik jatuh kepada Rizal Hanun melalui naskah film Jawa Randu di Jalan Jalang yang dinilai memiliki kekuatan naratif dan kedalaman cerita.

Penampilan Penutup dan Dukungan Kolaboratif

Panitia menutup seluruh rangkaian acara dengan penampilan band yang menghibur para tamu selama kurang lebih 45 menit. Setelah penampilan tersebut, panitia mensterilkan area acara pada pukul 21.45 WIB.

Layar Lokal Film Festival ke-6 terlaksana berkat dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Pesona Sidoarjo, serta kolaborasi berbagai komunitas kreatif. Melalui penyelenggaraan ini, LLFF terus memperkuat perannya sebagai ruang apresiasi, eksibisi, dan diskusi bagi sineas lokal agar terus berkembang dan berkarya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.