Mahasiswa MPI IAI At-Taqwa Magang di BAZNAS Bondowoso

oleh -707 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Bondowoso – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAI At-Taqwa Bondowoso kembali melepas mahasiswa untuk mengikuti program magang. Kali ini, mahasiswa ditempatkan di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bondowoso.

Acara serah terima magang berlangsung pada Kamis (21/8). Prosesi dilakukan langsung oleh Kaprodi MPI, Ust. Dr. Abdul Wasik, M.HI., dan diterima oleh Kepala Kantor BAZNAS Bondowoso.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Abdul Wasik menekankan pentingnya magang sebagai ajang penguatan kompetensi mahasiswa. “Melalui magang, mahasiswa bisa mempraktikkan ilmu manajemen sekaligus belajar dari pengalaman lapangan,” ujarnya.

Kepala Kantor BAZNAS Bondowoso menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebut kehadiran mahasiswa magang dapat membantu berbagai program, terutama yang berkaitan dengan administrasi zakat dan pemberdayaan mustahik. “Kami berharap mahasiswa bisa belajar sekaligus berkontribusi dalam program sosial yang dijalankan BAZNAS,” katanya.

Magang sesi kedua ini berlangsung sejak 21 Agustus hingga 19 September 2025. Selama sebulan penuh, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai divisi, mulai dari administrasi hingga pendampingan program pemberdayaan ekonomi umat.

Program magang di BAZNAS Bondowoso memiliki fungsi strategis, baik bagi mahasiswa, lembaga pendidikan, maupun BAZNAS sebagai mitra kerja. Setidaknya terdapat lima fungsi penting:

  1. Fungsi Edukatif. Magang menjadi media pembelajaran praktis, di mana teori tentang manajemen zakat, keuangan syariah, dan pemberdayaan masyarakat diuji serta diperkaya melalui praktik langsung.
  2. Fungsi Profesionalitas. Mahasiswa dibentuk untuk memiliki keterampilan profesional, seperti administrasi zakat, pendampingan mustahik, dan manajemen program pemberdayaan.
  3. Fungsi Sosial. Magang memberi pengalaman sosial yang berharga melalui interaksi dengan aparat BAZNAS maupun masyarakat mustahik, sehingga menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
  4. Fungsi Kolaboratif. Kehadiran mahasiswa memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan BAZNAS, menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan.
  5. Fungsi Transformatif. Mahasiswa didorong menjadi agen perubahan dengan mengembangkan ide-ide inovatif dalam pengelolaan zakat yang akuntabel, partisipatif, dan transparan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga tumbuh kepekaan sosial serta kemampuan manajerial untuk mengelola zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.