KawalBersama News, Bondowoso– Sabtu (13/9/2025) pagi, suasana penuh haru dan bangga terasa di lingkungan Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) resmi menarik kembali mahasiswanya yang telah menyelesaikan masa magang mandiri di RSNU Bondowoso.
Acara penarikan itu tidak hanya menjadi seremonial biasa, tetapi juga momentum untuk menegaskan pentingnya pengalaman praktis sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. RSNU Bondowoso dipilih sebagai mitra karena dinilai mampu memberikan ruang pembelajaran nyata di bidang pelayanan dan manajemen lembaga.
Selama magang, para mahasiswa MPI berinteraksi langsung dengan lingkungan kerja profesional. Mereka tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga belajar bagaimana lembaga kesehatan dikelola, bagaimana manajemen SDM diterapkan, dan bagaimana etos kerja dijaga.
Bagi mahasiswa, pengalaman itu menjadi ajang untuk menimba ilmu di luar kelas sekaligus menguji teori yang selama ini mereka pelajari di bangku kuliah. Dunia kerja yang penuh dinamika menjadi laboratorium sosial yang sesungguhnya.
Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Abdul Wasik, M.HI, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa. Ia menegaskan, magang bukan hanya rutinitas akademik, tetapi juga sarana memperluas wawasan dan membentuk karakter profesional.
“Magang mandiri ini adalah modal penting untuk masa depan. Kami berharap mahasiswa mampu mengambil pelajaran sebanyak mungkin, menjadikannya inspirasi, dan terus mengasah diri agar siap berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan,” ujar Abdul Wasik.
Selain memberikan arahan kepada mahasiswa, Abdul Wasik juga menyampaikan terima kasih kepada pihak RSNU Bondowoso. Dukungan dan pendampingan yang diberikan selama masa magang dinilai menjadi kunci kelancaran kegiatan ini. Sinergi kampus dan lembaga mitra, lanjutnya, harus terus dijaga agar melahirkan lulusan yang unggul.Para mahasiswa pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka mengaku mendapat pengalaman berharga, mulai dari kedisiplinan, keterampilan komunikasi, hingga pemahaman mendalam tentang manajemen lembaga. Semua itu diyakini menjadi bekal yang tidak ternilai bagi masa depan karier mereka.
Acara penarikan ditutup dengan doa dan harapan agar mahasiswa MPI mampu membawa semangat baru ketika kembali ke bangku kuliah. Tugas mereka berikutnya adalah menyusun laporan magang, merefleksikan pengalaman, dan menghubungkannya dengan keilmuan akademik yang sedang mereka tekuni.
Pengalaman magang ini sekaligus menjadi pijakan awal untuk menyiapkan tenaga pendidik dan pengelola pendidikan yang profesional serta berintegritas. Dunia pendidikan, kata Abdul Wasik, membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga tangguh menghadapi realitas.
Bagi Prodi MPI IAI At-Taqwa Bondowoso, program magang mandiri di RSNU Bondowoso merupakan bukti nyata komitmen untuk menghadirkan pembelajaran berbasis praktik. Kampus bertekad mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan semangat itu, seluruh civitas akademika optimistis bahwa mahasiswa MPI akan menjadi garda depan dalam membangun manajemen pendidikan yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan masa depan.














