KawalBersama News, Sidoarjo – Layar Lokal Film Festival VI menegaskan eksistensinya sebagai festival film berbasis komunitas yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu, 13 Desember 2025, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) tampil sebagai sorotan utama yang memperkuat posisi festival ini dalam ekosistem sinema nasional. Kehadiran langsung perwakilan Kemenpora menunjukkan komitmen negara dalam mendorong kreativitas pemuda melalui medium film.
Tamasya Layar Hadirkan Edukasi Budaya Lokal
Sejak pagi hari, Layar Lokal Film Festival VI menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif yang menyinergikan budaya lokal dengan semangat kepemudaan. Program Tamasya Layar membuka agenda hari kedua dengan mengajak peserta menjelajahi sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Sidoarjo. Melalui kegiatan ini, festival memperkaya pengalaman peserta sekaligus mendukung visi pemerintah dalam memperkuat identitas budaya daerah sebagai fondasi pengembangan kreativitas generasi muda.
Kunjungan Resmi Kemenpora RI Jadi Momentum Utama
Momentum paling penting terjadi pada siang hari ketika Kemenpora RI secara resmi mengunjungi lokasi festival. Pendiri sekaligus Presiden Festival, Rehal Lahir Prias Supuntari, menyambut langsung rombongan kementerian tersebut. Dalam pertemuan ini, Kemenpora menegaskan dukungan terhadap inisiatif komunitas film yang aktif menciptakan ruang ekspresi, pembelajaran, dan kolaborasi bagi sineas muda. Dukungan tersebut menempatkan LLFF VI sebagai contoh konkret program kebudayaan yang selaras dengan kebijakan pengembangan potensi pemuda nasional.
Festival Dorong Kolaborasi Komunitas dan Pemerintah
Rehal Lahir Prias Supuntari menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kemenpora RI yang ia nilai sebagai energi penting bagi keberlanjutan festival. Ia menegaskan bahwa Layar Lokal Film Festival VI secara konsisten membuka ruang dialog antara komunitas film, pemerintah, dan publik. Melalui pendekatan kolaboratif ini, festival berupaya memperkuat ekosistem film pendek Indonesia agar tumbuh profesional dan berdampak luas.
Diskusi Film Maritim Angkat Isu Lingkungan
Setelah agenda kunjungan kementerian, festival melanjutkan program utama berupa pemutaran dan diskusi film bertajuk “Focus on Haris Yuliyanto”. Program ini menampilkan karya-karya sineas yang secara konsisten mengangkat isu maritim dan lingkungan pesisir. Diskusi berlangsung aktif dan interaktif serta mencerminkan tujuan festival yang sejalan dengan semangat pemerintah dalam membangun kesadaran sosial melalui media kreatif.
Layar Delta Jadi Puncak Agenda Malam Hari
Pada sore hingga malam hari, LLFF VI kembali menghadirkan beragam program pemutaran, seperti Layar Animasidan Layar Nusantara, sebelum mencapai puncaknya melalui program kompetisi Layar Delta yang digelar di Cinema Garden. Program ini menjadi agenda paling dinantikan dengan kehadiran langsung produser Herdiansyah Dwi dan sutradara Naufal Hanif Fiersanto bersama seluruh tim film Sisa Sengsara. Mereka membagikan pengalaman kreatif secara terbuka, mulai dari pengembangan ide cerita, tantangan produksi, hingga strategi membawa film ke berbagai festival. Sesi dialog interaktif dan tanya jawab intens memberikan wawasan praktis bagi sineas muda yang ingin memahami proses produksi film kompetisi secara mendalam.
Antusiasme Penonton Perkuat Dampak Festival
Antusiasme penonton yang tinggi sepanjang hari kedua menegaskan bahwa dukungan Kemenpora RI memberikan legitimasi sekaligus dorongan moral bagi komunitas film lokal. Melalui kolaborasi aktif antara pemerintah dan komunitas, Layar Lokal Film Festival VI membuktikan bahwa festival film tidak hanya berfungsi sebagai ruang apresiasi karya, tetapi juga sebagai wahana strategis untuk mengembangkan potensi pemuda Indonesia.














