KawalBersama News-Bali Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya milik swasta tenggelam di Selat Bali pada Selasa malam (2/7). Peristiwa terjadi di perairan antara Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Gilimanuk (Bali).
Hingga Rabu siang (3/7), 31 orang berhasil diselamatkan yang terdiri dari 29 penumpang dan 2 kru kapal. Empat korban meninggal dunia ditemukan, terdiri dari dua pria dan dua wanita, salah satunya adalah penjaga kantin kapal. Seluruh korban selamat kini dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk, sedangkan korban tewas dibawa ke RSUD Jembrana, Bali.
Tim SAR gabungan mengerahkan 10 kapal dan satu helikopter untuk pencarian, difokuskan dalam radius 6 mil laut dari titik tenggelam. Cuaca dilaporkan kondusif meski mendung, mendukung kelanjutan operasi penyelamatan.
Diduga penyebab tenggelamnya kapal adalah cuaca ekstrem dan arus kuat, yang umum terjadi di Selat Bali pada musim angin timur (Juni–Agustus). Namun, indikasi kebocoran mesin juga sedang diselidiki berdasarkan kesaksian penumpang.
Pihak berwenang terus melanjutkan pencarian terhadap kemungkinan korban lainnya. KMP Tunu Pratama Jaya diketahui bukan bagian dari ASDP, melainkan kapal swasta yang melayani jalur penyeberangan barang antara Jawa dan Bali.













