KawalBersama News, 21 Agustus 2025 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kemarahan dan kekecewaannya terkait kasus meninggalnya seorang balita berusia tiga tahun bernama Raya. Dedi Mulyadi mengecam keras kelalaian aparatur pemerintah setempat, seperti tim PKK, kepala desa, dan bidan desa, yang dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti lalai.
Kematian balita ini disebabkan oleh infeksi cacing gelang (ascariasis) yang sudah sangat parah. Menurut penjelasan dari Dokter Irfanugraha Triputra, Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, cacing tidak hanya memenuhi organ pencernaan Raya, tetapi juga telah menyebar ke organ vital seperti paru-paru dan otak.
Raya meninggal pada tanggal 22 Juli 2025 setelah menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD R Syamsudin SH. Kabar duka ini diketahui oleh Dedi Mulyadi pada 20 Agustus 2025. Kasus ini terjadi di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Penyebab parahnya infeksi ini adalah keterlambatan penanganan. Menurut Dedi Mulyadi, kondisi ini terjadi karena kurangnya perhatian dari pihak desa. Kondisi keluarga Raya juga sangat memprihatinkan, dengan ibu yang mengalami gangguan kejiwaan dan ayah yang menderita TBC. Lingkungan tempat tinggal Raya yang tidak bersih dan kebiasaan anak yang tidak terjaga kebersihannya memicu infeksi cacing yang akut.
Meskipun telah mendapatkan perawatan medis, kondisi Raya yang kritis membuat penanganan menjadi sangat sulit. Cacing bahkan sempat keluar dari hidungnya dan menyebar ke seluruh tubuh. Sebagai tindak lanjut, Dedi Mulyadi telah mengirimkan tim untuk merawat keluarga Raya dan akan memberikan sanksi tegas kepada semua aparat desa yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya. (Isnur)














