, ,

IAI At-Taqwa Bondowoso Gelar Spiritual Camp PK2MB: Kukuhkan “Kontrak Langit” dan Identitas Kampus Santri

oleh -445 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Bondowoso – Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso menegaskan identitasnya sebagai kampus santri melalui kegiatan Spiritual Camp dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) 2025. Agenda ini menjadi sorotan karena menghadirkan tradisi sakral bertajuk “Kontrak Langit”.
Kegiatan Spiritual Camp bukan sekadar agenda tambahan, melainkan langkah strategis kampus untuk menanamkan fondasi religiusitas dan spiritualitas sejak hari pertama mahasiswa baru memasuki dunia akademik.
Rektor IAI At-Taqwa Bondowoso, Dr. Suheri, M.Pd.I, hadir langsung memimpin kegiatan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa baru tidak cukup hanya dibekali pengetahuan akademis, tetapi juga harus menguatkan ikatan spiritual sebagai modal perjalanan keilmuan.
“Spiritual Camp ini adalah implementasi nyata konsep Kampus Santri. Tidak cukup hanya membekali intelektual, tetapi juga meneguhkan spiritual. Dengan ‘Kontrak Langit’, mahasiswa diajak untuk bermimpi, berdoa, sekaligus beraksi nyata,” ujar Rektor Suheri.
Kegiatan berlangsung sejak dini hari, tepat pukul 02.30 hingga menjelang Subuh. Mahasiswa baru diajak menjalani serangkaian ibadah sunnah seperti Sholat Tasbih, Sholat Tahajud, Sholat Hajat, hingga doa khusus dalam prosesi “Kontrak Langit”.
Momentum “Kontrak Langit” ini diposisikan sebagai ikrar doa dan komitmen spiritual mahasiswa baru—sebuah simbol pamit langit sebelum menapaki perjalanan panjang menuntut ilmu di kampus. Suasananya berlangsung khidmat dengan bimbingan langsung pimpinan kampus dan ketua program studi (Kaprodi).
Lebih dari sekadar ibadah berjamaah, kegiatan ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya membangun kekuatan batin. Mereka dituntun untuk menyadari bahwa kesuksesan akademik tidak bisa dilepaskan dari doa, usaha, dan kesalehan spiritual.
Kehadiran pimpinan kampus di tengah mahasiswa membuat suasana semakin hangat. Rektor bahkan ikut turun langsung ke penginapan mahasiswa putra untuk memastikan seluruh peserta terlibat aktif. Aksi tersebut dilakukan bersama pengurus Dema IAI At-Taqwa Bondowoso serta panitia steering committee bagian keamanan, Muhammad Lutfi Azizi.
Langkah itu menunjukkan bahwa kampus benar-benar serius dalam membangun tradisi spiritual, sekaligus menghadirkan keteladanan dari para pemimpinnya. “Tidak ada yang tertinggal dalam momentum spiritual ini, semua harus merasakan atmosfer kebersamaan,” ujar Lutfi Azizi.
Bagi pengurus Dema, keterlibatan mereka dalam Spiritual Camp bukan hanya mendampingi, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergi antara mahasiswa senior dengan mahasiswa baru. Kebersamaan tersebut sekaligus memperkuat ikatan solidaritas antar generasi.
Konsep Kontrak Langit juga sejalan dengan falsafah DPA (Dream, Pray, Action) yang diusung kampus. Mahasiswa diajak untuk bermimpi setinggi mungkin, mengikat mimpi itu dengan doa yang tulus, lalu mewujudkannya melalui langkah nyata.
Dengan penyelenggaraan Spiritual Camp, IAI At-Taqwa Bondowoso meneguhkan jati diri sebagai kampus yang bukan hanya melahirkan sarjana berilmu, tetapi juga cendekiawan religius yang berakhlak, berkarakter, dan bertakwa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.