HKBP Serukan Gereja Tolak Bantuan dari Perusak Lingkungan

oleh -4156 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Jakarta – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengeluarkan seruan tegas agar gereja-gereja tidak menerima bantuan bencana dari pihak mana pun yang terlibat dalam perusakan lingkungan. Seruan ini disampaikan di tengah rangkaian bencana besar yang melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam unggahan resmi di Instagram Kantor Pusat HKBP, Pendeta Victor Tinambunan menegaskan bahwa gereja tidak boleh berkompromi dengan kepentingan yang bertentangan dengan nilai keadilan dan kelestarian lingkungan.

banner 336x280

“Gereja tidak boleh berkompromi dengan kepentingan yang bertentangan dengan keadilan dan keutuhan ciptaan. HKBP harus tetap setia menjadi suara kenabian,” ujar Victor, sembari menyebut PT Toba Pulp Lestari (TPL) sebagai salah satu pihak yang tidak boleh dijadikan mitra dalam penyaluran bantuan.

HKBP juga meminta pemerintah untuk mencabut izin-izin usaha yang merusak lingkungan dan menegakkan hukum secara adil.

Victor menegaskan bahwa kerusakan alam tidak terjadi begitu saja, melainkan merupakan konsekuensi dari keserakahan, eksploitasi berlebihan, dan praktik ekonomi yang menghancurkan sumber daya alam.

Di sisi lain, ia mengapresiasi bantuan tulus yang telah diterima HKBP dari berbagai pihak, yang disebutnya sebagai wujud kasih Kristus bagi korban terdampak bencana.

Menanggapi seruan HKBP, PT Toba Pulp Lestari masuk dalam sorotan publik lantaran disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang merusak lingkungan. Perusahaan pulp tersebut membantah keras tuduhan sebagai penyebab banjir dahsyat di Sumatra yang telah merenggut lebih dari 700 korban jiwa.

“Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi,” kata Corporate Secretary Anwar Lawden dalam pernyataan resmi kepada Bursa Efek Indonesia.

TPL mengklaim seluruh kegiatan operasionalnya dilakukan sesuai standar, diawasi lembaga independen tersertifikasi, dan telah melalui penilaian High Conservation Value (HCV) serta High Carbon Stock (HCS).

Perusahaan menyampaikan bahwa dari total 167.912 hektare konsesi, hanya sekitar 46.000 hektare yang ditanami eucalyptus, sementara sisanya dipertahankan sebagai kawasan lindung dan konservasi.

Sementara polemik ini berlangsung, HKBP menegaskan gereja dan jemaat tetap harus menjadi penolong bagi korban bencana, tetapi tanpa mengorbankan integritas moral dan suara profetik dalam menjaga keutuhan ciptaan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.