Pemkab Sidoarjo Komit Turunkan AKI, AKB, Dan Stunting lewat Gerakan Ibu Hamil Sehat

oleh -502 Dilihat
Pemkab Sidoarjo bersama TP PKK menggelar Gerakan Ibu Hamil Sehat untuk tekan AKI, AKB, dan stunting.
banner 468x60

KawalBersama News, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menguatkan langkah menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta stunting melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat. Kegiatan di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis (25/9/2025) ini berlangsung sebagai sarana edukasi langsung bagi masyarakat.

Ketua PKK Tekankan Peran Kesehatan Ibu Hamil

Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Hj. Sriatun Subandi, menekankan bahwa kesehatan ibu hamil menentukan kualitas generasi mendatang. Ia menegaskan, ibu yang sehat, bergizi cukup, dan rutin memeriksakan kehamilan akan melahirkan bayi sehat dengan tumbuh kembang optimal.

banner 336x280

“Komitmen bersama harus kita wujudkan agar AKI, AKB, dan stunting bisa kita tekan. Ibu sehat akan melahirkan bayi sehat dan melahirkan generasi unggul di masa depan,” ujar Sriatun.

Edukasi dan Partisipasi Ibu Hamil

Acara ini menghadirkan ratusan ibu hamil, kader kesehatan, serta kader PKK. Peserta memperoleh edukasi tentang pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah, hingga deteksi dini risiko kehamilan.

Gerakan tersebut menekankan lima poin utama:

  1. Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali di fasilitas kesehatan.
  2. Pemenuhan gizi seimbang dengan konsumsi tablet tambah darah.
  3. Deteksi dini faktor risiko kehamilan oleh tenaga kesehatan.
  4. Persiapan persalinan aman dengan tenaga medis.
  5. Perhatian penuh pada kesehatan mental dan lingkungan ibu hamil.

Langkah ini menegaskan bahwa pencegahan stunting bisa dimulai sejak bayi masih dalam kandungan.

Program Terintegrasi Turunkan AKI, AKB, dan Stunting

Dinas Kesehatan Sidoarjo menguatkan berbagai program terintegrasi, seperti Gerakan Cegah Stunting Ibu Hamil Sehat, Kelas Ibu Hamil, serta Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Pemkab juga memperkuat peran bidan desa, kader posyandu, dan pendampingan bagi ibu hamil berisiko tinggi.

Kolaborasi Lintas Sektor

Pemkab Sidoarjo melibatkan PKK, Fatayat, dan organisasi masyarakat agar edukasi menjangkau semua lapisan warga. Kolaborasi ini membangun optimisme bahwa penurunan AKI, AKB, dan stunting dapat berjalan lebih cepat.

“Harapan besar kami, Sidoarjo mampu menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mempercepat penurunan stunting. Kami ingin generasi Sidoarjo tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul,” pungkas Sriatun.

Langkah ini sejalan dengan prioritas pembangunan kesehatan Pemkab Sidoarjo yang menargetkan generasi lebih sehat dan berkualitas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.