KawalBersama News, Mojokerto – Di tengah meningkatnya kejadian banjir dan tanah longsor di berbagai daerah, Sekawan Bumi Foundation (Yayasan Sekawan Bumi Lestari) kembali menggelar Gerakan 5.000 Pohon Penanggungan sesi ketiga di lereng selatan Gunung Penanggungan. Yayasan ini memusatkan kegiatan di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menjaga keseimbangan ekosistem pegunungan dan memperkuat kawasan tangkapan air.
Puluhan Relawan Turun Langsung Menanam Pohon Tangkapan Air
Panitia mengusung tema “Liburan Akhir Tahun Bersatu dengan Alam, Rayakan Kebersamaan” dan melibatkan puluhan relawan dari berbagai latar belakang. Para relawan secara aktif berpartisipasi dalam aksi pelestarian lingkungan, khususnya untuk menjaga keberlanjutan sumber mata air.
Pada sesi ketiga ini, tim pelaksana menanam 500 bibit pohon tangkapan air di sekitar area sumber mata air. Tim memilih jenis tanaman dengan daya serap tinggi, seperti trembesi, beringin, durian, dan beberapa jenis lainnya yang mampu menjaga cadangan air tanah.
Founder Sekawan Bumi: Menanam Pohon Berarti Menjaga Masa Depan Air
Founder Sekawan Bumi Foundation, M. Gofar Wibisana (Mas Pang), menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.
“Menanam pohon bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi bentuk investasi penting bagi ketersediaan sumber air. Pohon beringin memiliki peran vital dalam menjaga siklus air tanah. Melalui gerakan ini, kami bersama para relawan berkomitmen menjaga agar air tetap tersedia bagi masyarakat dan alam,” ujarnya.
Wawan Klantink: Gerakan Ini Menanam Harapan untuk Generasi Mendatang
Co-Founder Sekawan Bumi Foundation sekaligus vokalis band Klantink, Wawan Klantink, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini.
“Hari ini kami memulai langkah besar dengan penuh harapan. Penanaman ini tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam masa depan, menanam harapan, dan menanam keberlanjutan bagi anak cucu kita. Kami berterima kasih kepada seluruh tim, relawan, dan masyarakat yang terus membersamai gerakan ini,” katanya.
Antusiasme Relawan Jadi Energi Utama Gerakan Lingkungan
Co-Founder Sekawan Bumi Foundation, Fahmi Adimara, menyoroti tingginya antusiasme para relawan yang datang dari berbagai kalangan.
“Para volunteer, mulai dari pelajar hingga profesional, menunjukkan semangat luar biasa untuk berkontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan. Gerakan ini tidak hanya soal menanam pohon, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian terhadap bumi,” jelasnya.
Pemerintah Desa Apresiasi Dampak Ekologis dan Sosial
Kepala Desa Duyung, Bambang Siswanto, mengapresiasi inisiatif Sekawan Bumi Foundation beserta seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan Gerakan 5.000 Pohon di Desa Duyung. Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat ekologis, tetapi juga memperkuat kebersamaan dengan masyarakat serta menginspirasi warga untuk semakin peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Pengelola Wisata Dorong Keterlibatan Generasi Muda
Pengelola kawasan Sumber Lumpang Camp Adventure, Pak Antok, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan lingkungan.
“Kegiatan seperti ini perlu terus berjalan, terutama dengan melibatkan generasi muda. Mereka tidak hanya menanam pohon, tetapi juga belajar mencintai dan menjaga alam secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dorong Kolaborasi Lintas Pihak Jaga Gunung Penanggungan
Melalui Gerakan 5.000 Pohon Penanggungan, Sekawan Bumi Foundation terus mendorong kolaborasi antara komunitas, pengelola wisata alam, pemerintah desa, dan masyarakat luas. Yayasan ini menargetkan terjaganya kelestarian Gunung Penanggungan sebagai kawasan strategis daerah tangkapan air yang menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.












