KawalBersama News, Makassar — Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Selatan resmi melantik pengurus baru periode 2025–2028 dengan menetapkan Erika Tansil, SH sebagai ketua. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Keuskupan Agung Makassar dan dihadiri berbagai organisasi kepemudaan lintas iman, perwakilan pemerintah, hingga tokoh agama.
Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran organisasi lintas agama seperti GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GAMKI, PERADAH Indonesia, GEMABUDHI, PATAKIN, KNPI, Jaringan Ahmadiyah, PELITA Sulsel, GUSDURian, ISKA, FMKI, WKRI, PMKRI, Vox Point Indonesia, hingga Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia. Sejumlah pejabat juga hadir, termasuk Wakil Bupati Toraja Utara, perwakilan DPRD Kota Makassar, serta utusan Pemerintah Provinsi Sulsel.
Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, menegaskan pentingnya memperkuat persahabatan lintas agama yang sudah lama dipraktikkan di Sulsel. “Inilah persaudaraan yang nyata. Saya titipkan agar pengurus baru fokus pada program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya. Pesan senada juga disampaikan Uskup Agung Makassar, Mgr. Fransiskus Nipa, yang menekankan peran Pemuda Katolik sebagai perekat persaudaraan di tengah masyarakat.
Pelantikan ini turut disahkan langsung oleh Sekjen PP Pemuda Katolik, Lorensius Purba, melalui SK resmi periode 2025–2028. Dalam sambutannya, Erika Tansil menegaskan komitmennya menjadikan Pemuda Katolik sebagai mitra pemerintah, gereja, dan organisasi lintas iman. “Kader Pemuda Katolik harus hadir sebagai garam dan terang di tengah masyarakat. Fokus kami pada kaderisasi, advokasi sosial, dan karya nyata bagi kaum miskin, disabilitas, serta kelompok rentan lainnya,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari berbagai pihak. Kepala BPBD Sulsel, Dr. Amson Padolo, menekankan peran pemuda sebagai energi perubahan. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, berharap kepemimpinan Erika mampu memperkuat gerakan moderasi dan menghapus stigma intoleransi. Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Makassar, Dr. H. Fathur Rahim, menilai sinergi lintas iman yang tampak di acara ini adalah modal besar untuk menciptakan kota yang aman dan damai.
Pelantikan ditutup dengan semangat kebersamaan. Dari Sulawesi Selatan, Pemuda Katolik meneguhkan tekad menjadi sahabat lintas iman, menjunjung toleransi, serta berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara dengan semangat Pro Ecclesia et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air).












