iSTTS Gelar Bootcamp AI, Bekali Jurnalis Surabaya-Sidoarjo Teknologi Masa Depan

oleh -720 Dilihat
Para jurnalis Surabaya dan Sidoarjo berfoto bersama narasumber setelah mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di kampus iSTTS, Selasa (3/2/2026).
banner 468x60

KawalBersama News, Surabaya – Sebanyak puluhan jurnalis dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (iSTTS) pada Selasa (3/2/2026). Kampus iSTTS sengaja merancang kegiatan ini sebagai wadah bagi para insan pers untuk mendalami pemanfaatan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab.

Menekankan Etika dan Integritas di Era Digital

Pelatihan ini tidak hanya mengupas kecanggihan teknologi, tetapi juga mewajibkan para peserta untuk tetap memegang teguh akurasi, etika, dan integritas jurnalistik. Kepala Humas iSTTS, Rara Dwi Yanti Handayani, menegaskan bahwa kontrol manusia tetap menjadi penentu akhir meski AI sudah masuk ke ruang redaksi. Ia mengingatkan bahwa aspek verifikasi dan nurani adalah elemen yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

banner 336x280

Dukungan dari Berbagai Komunitas Pers

Berbagai organisasi jurnalis turut mengirimkan perwakilannya dalam agenda ini, mulai dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya hingga Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas). Ketua Forwas, M. Taufik, menyambut positif inisiatif ini karena jurnalis perlu terus meningkatkan kapasitas diri di tengah disrupsi teknologi. Ia meyakini bahwa AI dapat membantu meminimalisir penyebaran hoaks selama penggunaannya tetap didasarkan pada proses verifikasi yang ketat.

Materi Teknis: Dari Prompt Engineering hingga Investigasi Digital

Sejumlah pakar AI memberikan pembekalan teknis kepada para peserta guna menunjang produktivitas mereka:

  • Lukman Zaman: Mengupas teknik prompt engineering untuk mempercepat produksi konten multimedia.
  • Esther Irawati Setiawan: Membahas analisis jejaring sosial, multimodal AI, serta tantangan etika penggunaan kecerdasan buatan.
  • Yosi Kristian: Memaparkan penerapan machine learning dan computer vision untuk pengolahan data visual serta praktik investigasi digital.

AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Peran Jurnalis

Direktur Rumah Literasi Digital, Andika Ismawan, menggarisbawahi bahwa teknologi AI memposisikan diri sebagai asisten, bukan pengganti peran jurnalis seutuhnya. Tanpa literasi dan etika yang kuat, penggunaan teknologi justru berisiko memicu kesalahan informasi. Melalui program ini, iSTTS berupaya menjaga kualitas informasi publik agar tetap kredibel di tengah derasnya arus digitalisasi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.