, ,

Bondowoso Mencekam: Dua Perempuan Ditusuk dalam Semalam, Mahasiswa Perempuan Kopri PMII Angkat Suara

oleh -606 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Bondowoso — Kabupaten Bondowoso diguncang peristiwa mencekam. Dalam satu malam, dua perempuan menjadi korban penusukan orang tak dikenal (OTK) di lokasi berbeda. Insiden ini memantik keresahan warga sekaligus desakan agar aparat bergerak cepat.

Korban pertama adalah Aulia Nisa Vistya Dianti (26), warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang. Ia diserang pada Selasa (2/9/2025) malam, saat hendak masuk ke gang menuju rumahnya. Korban menderita luka robek sepanjang enam sentimeter di bagian pinggang kanan.

banner 336x280

Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, membenarkan kejadian tersebut. “Benar terjadi di Bataan, sekitar 150 meter dari rumah korban,” kata Bobby, Kamis (4/9/2025). Menurutnya, korban dibuntuti pria bermotor matik Mio J yang memepet dan langsung menusuk pinggang korban sebelum melarikan diri.

Belum genap satu jam berselang, kasus serupa kembali menimpa perempuan lain di Kecamatan Klabang. Korban bernama Silvani Aliffia (24) diserang saat melintas di jalan sepi Desa Sumbersuko, sekitar pukul 00.30 WIB. Pelaku yang mengendarai motor Honda Beat hitam menusuknya dari sisi kanan, menyebabkan dua luka robek di pinggang.

Kapolsek Klabang, Iptu Nissin, membenarkan insiden itu. “Korban berteriak, lalu pelaku kabur. Saat ini korban dirawat di Puskesmas Klabang,” katanya. Beruntung, kondisi Silvani berangsur stabil meski masih dalam perawatan.

Dua kejadian penusukan perempuan dalam semalam ini membuat warga resah. Polisi pun meningkatkan penyelidikan dan kini tengah memburu pelaku yang identitasnya belum terungkap.

Kasus ini juga menyita perhatian mahasiswa, khususnya kalangan perempuan. Ketua Korps PMII Putri (Kopri) PC PMII Bondowoso, Nur Faizah, S.H, menilai insiden tersebut bukan sekadar kriminalitas biasa. “Ini adalah ancaman serius terhadap keamanan perempuan di ruang publik,” tegas Faizah, Jumat (5/9/2025).

Ia menekankan, peristiwa itu menunjukkan betapa perempuan masih rentan menjadi korban kekerasan. “Negara harus hadir menjamin keselamatan warganya, terutama perempuan yang setiap hari menghadapi potensi ancaman di jalanan,” ujarnya.

Faizah juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini. “Jika pelaku tidak segera ditangkap, rasa takut akan terus menghantui perempuan Bondowoso. Situasi ini jelas tidak boleh dibiarkan,” katanya.Menurutnya, aksi penusukan ini adalah sinyal darurat bagi penegak hukum. “Kami, mahasiswa perempuan, menolak hidup dalam ketakutan. Bondowoso harus menjadi ruang yang aman bagi semua, tanpa terkecuali,” ucapnya lantang.

Selain itu, Faizah mengkritik kurangnya perhatian serius terhadap isu keamanan perempuan. “Kasus ini menunjukkan perspektif gender belum ditempatkan sebagai prioritas. Padahal, perlindungan terhadap perempuan adalah amanat konstitusi,” tegasnya.

Kopri PMII Bondowoso berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami tidak akan diam. Kami akan mengorganisir suara mahasiswa untuk mendesak aparat menuntaskan kasus penusukan ini. Perempuan Bondowoso berhak merasa aman bahkan ketika hanya pulang ke rumahnya sendiri,” pungkas Faizah.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.