KawalBersama News, Bondowoso – Malam hari di Alun-Alun Raden Bagus Asra Kironggo Bondowoso kini tak hanya soal jajanan dan lampu taman. Sebuah pengalaman unik hadir lewat Bendi Wisata, kendaraan tradisional yang disulap menjadi wahana hiburan penuh warna.
Bendi yang beroperasi mulai sore hingga malam ini berpangkal di depan Masjid Agung At-Taqwa. Dengan hiasan khas ala Kereta Nyai Roro Kidul, lampu LED warna-warni, serta musik yang bisa disesuaikan dengan permintaan penumpang—mulai lagu anak-anak, koplo, hingga musik horeg—Bendi Wisata menjelma sebagai magnet hiburan keluarga.
“Bisa request lagu, suasananya meriah banget apalagi muter-muter alun-alun lihat Monumen Gerbong Maut,” ucap salah satu pengunjung asal Banyuwangi yang membawa anak-anaknya.
Dengan tarif antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per rombongan keluarga, Bendi Wisata tergolong murah dan terjangkau, bahkan banyak diminati wisatawan luar kota yang penasaran ingin berkeliling pusat kota Bondowoso dengan cara yang unik.
Mustakim, Ketua DPD Kawal Gibran Bersama (KGB) Bondowoso, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Bupati KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag dapat memaksimalkan potensi Bendi Wisata.
“Kami berharap rute Bendi tak hanya muter alun-alun. Akan lebih bagus kalau bisa lewat Stasiun Bondowoso, tempat religi Raden Bagus Asra Kironggo, Kampung Kopi, Gudang Belanda, hingga Bundaran Nangkaan. Ini bisa memperluas pengalaman wisatawan mengenal kota Bondowoso,” jelasnya.
Bendi Wisata di Bondowoso sendiri merupakan warisan jasa almarhum Uwak Hadi dan Bapak Muhamad dari Poncogati, Curahdami, yang merintis keberadaannya sejak awal.
Kini, Bendi Wisata bukan sekadar transportasi tradisional, tetapi telah menjadi ikon budaya yang menyatukan nostalgia, hiburan, dan kebanggaan lokal. Harapannya, ke depan pemerintah lebih aktif mendukung potensi ini demi kemajuan wisata kota tape.














