, ,

Mustakim Tegaskan Dukungan KGB untuk Kopi Bondowoso: Dari Ijen ke Dunia

oleh -366 Dilihat
banner 468x60

KawalBersama News, Bondowoso — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kawal Gibran Bersama (KGB) Kabupaten Bondowoso, Mustakim, menegaskan dukungan penuh terhadap pengelolaan dan pengembangan kopi Bondowoso.

Menurutnya, kopi yang tumbuh di kawasan Ijen ini memiliki kualitas kelas dunia dan harus dikelola secara serius demi kesejahteraan petani sekaligus penguatan identitas daerah.Pernyataan itu disampaikan Mustakim menanggapi sorotan publik mengenai kopi Bondowoso setelah kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Bondowoso pada 24 Juni 2025 lalu. Saat itu, Gibran secara terbuka menyebut kopi Bondowoso sebagai salah satu produk unggulan Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.

banner 336x280

“Pernyataan Wapres Gibran adalah pengakuan penting. Ini bukan hanya soal kopi sebagai komoditas, tapi juga soal kebanggaan daerah. Karena itu, KGB Bondowoso berdiri di barisan depan untuk mendukung pengelolaan kopi yang lebih profesional dan berkelanjutan,” kata Mustakim di Bondowoso, Senin (18/8/2025).

Menurut Mustakim, kopi Ijen Bondowoso selama ini dikenal memiliki cita rasa khas yang diakui berbagai kalangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun, pengelolaan yang belum maksimal membuat potensi ekonomi dari kopi ini belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat luas, terutama para petani.

Ia menilai, perhatian pemerintah pusat melalui pernyataan Wapres Gibran seharusnya menjadi momentum kebangkitan kopi Bondowoso. Hal itu harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan petani, akses pasar yang lebih luas, serta jaminan harga yang berpihak pada kesejahteraan.

“Kalau kita hanya berhenti di pengakuan, tanpa ada langkah konkret, maka kopi Bondowoso akan tetap jalan di tempat. Kita harus jadikan kopi sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Lebih jauh, Mustakim menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas petani, pelaku usaha, dan lembaga riset untuk memastikan kopi Bondowoso bisa menembus pasar dunia.

KGB, kata dia, siap menjadi jembatan aspirasi agar pengelolaan kopi tidak hanya berbasis proyek, tetapi benar-benar membangun kemandirian ekonomi masyarakat.Ia juga menyoroti masih lemahnya branding kopi Bondowoso. Padahal, menurutnya, daerah sudah sejak lama dikenal sebagai bagian dari segitiga emas kopi bersama Jember dan Banyuwangi.

Tanpa strategi pemasaran yang kuat, kopi Bondowoso bisa tertinggal dari daerah lain. “Branding ini harus dikerjakan serius. Kopi Bondowoso tidak boleh hanya dikenal di pameran, tapi harus masuk ke pasar internasional dengan identitas yang kuat. Kita punya kualitas, tinggal kemauan kolektif untuk mengelola,” ucap Mustakim.Selain branding, Mustakim menekankan perlunya pendampingan teknologi, mulai dari cara budidaya, pasca-panen, hingga distribusi.

Ia menyebut, petani seringkali masih berhadapan dengan keterbatasan akses informasi dan modal. Jika masalah itu tidak segera diatasi, potensi kopi Bondowoso sulit berkembang optimal.

KGB Bondowoso, kata dia, mendukung program-program yang selaras dengan visi pemerintah pusat dalam mendorong ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.

Dukungan itu tidak sekadar dalam bentuk wacana, melainkan melalui pengawalan kebijakan agar lebih tepat sasaran. “Bondowoso harus berani menetapkan dirinya sebagai kabupaten kopi. Sebagaimana yang telah dicanangkan Bupati Republik Kopi Reborn kita memiliki produk kelas dunia,” ujar Mustakim menutup pernyataannya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.